Bulan Maret 2015 ini menandai enam bulan
masa yang sudah saya jalani untuk tinggal dan belajar di Tokyo. Saat
masa persiapan berangkat ke Jepang, salah satu hal yang saya khawatirkan
adalah bagaimana kehidupan kami sebagai pelajar muslim di Tokyo nanti.
Teringat kembali pengalaman saya selama satu bulan di Osaka pada 2012
lalu saat mengikuti program dari salah seorang arsitek Jepang, dimana
saat itu cukup sulit untuk memperoleh makanan halal. Setiap pagi saya
biasa sarapan dengan menu yang sama: nasi putih, ikan panggang dan telur
goreng. Sebagian dari menu tersebut saya simpan dalam lunch box untuk
bekal makan siang di kantor kontraktor tempat saya training. Sedangkan
saat makan malam saya sering membeli buah pisang, nasi instan dan telur
mentah di swalayan untuk kemudian direbus menggunakan heater Hotel ^^.
Sempat khawatir juga, apakah di Tokyo nanti saya harus menghadapi
situasi yang sama seperti saat di Osaka?
Namun setelah rajin menjelajah lewat
internet, saya mulai agak lega. Di University of Tokyo tempat saya akan
belajar, ternyata menyediakan makanan halal di kantin kampus.
Alhamdulillah… bersyukur sekali ^^
| Kunjungan pelajar sekolah menengah ke Tokyo Camii Masjid Photo courtesy: Tokyo Camii Facebook page |
Dr Zakaria Ziyad, kepala Lembaga Kaum
Muslimin, di Jepang mengungkapkan bahwa sebagian data statistik
menunjukkan, dalam sehari sekitar 10 WN Jepang masuk Islam
(http://www.muslimdaily.net/, 26 Agustus 2014). Saat pertama kali
berkunjung ke Masjid Camii Tokyo, saya sempat terheran-heran menyaksikan
rombongan warga Jepang yang berduyun-duyun ikut masuk ke Masjid.
Rupanya mereka adalah peserta tour yang memang khusus datang untuk
mengetahui Islam lebih jauh. Tour semacam ini rupanya cukup sering
diselenggarakan. Di lain waktu yang saya temui adalah rombongan pelajar
sekolah menengah pertama. Bahkan saat ini pun tengah dirintis upaya
untuk pendirian sekolah Islam pertama di Jepang.
Selain itu, salah satu hal yang cukup
menarik dari perkembangan Islam di sini adalah upaya pemerintah Jepang
yang saat ini sedang menggencarkan promosi “Halal Tourism” yang
ditujukan bagi negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim. Dunia
pariwisata Jepang yang sempat menurun akibat Tsunami pada 2011 kini
mulai bangkit khususnya sejak dimudahkannya proses pengajuan visa
kunjungan ke Jepang. Berdasarkan data dari Japan National Tourism
Organization (JNTO), lonjakan arus wisatawan yang cukup signifikan
tercatat pada tahun 2013 dari dua Negara di Asia Tenggara yang mayoritas
penduduknya adalah penganut agama Islam: Malaysia (meningkat 21%) dan
Indonesia (meningkat 37%).
Hal ini pun semakin menggiatkan upaya dari
pemerintah Jepang untuk memperbaiki pelayanan dan mengakomodir kebutuhan
wisatawan Muslim yang biasanya akan menjawab “halal food” dan “praying
place” saat ditanya apa yang harus ditingkatkan dari pariwisata Negara
ini. Apalagi saat ini Jepang tengah mengejar target capaian 20 juta
wisatawan saat Olimpiade Tokyo pada 2020 nanti. Seminar-seminar yang
ditujukan untuk mengedukasi pengelola Hotel, agen travel, maupun pemilik
restoran tentang bagaimana memfasilitasi wisatawan muslim pun marak
diselenggarakan oleh pemerintah di kota-kota tujuan wisata di Jepang.
Dukungan yang besar pun ditunjukkan oleh
pemerintah daerah dan lembaga-lembaga pengelola pariwisata. Mereka kerap
mengadakan beragam event dengan mengundang warga muslim di Jepang untuk
mempromosikan tak hanya tempat wisata tapi juga sekaligus tempat makan
yang aman bagi muslim karena terjamin kehalalannya. Beberapa event yang
pernah saya ikuti antara lain adalah Mukojima-Hanamachi Experimental
Muslim Tour, Walk around tour in Asakusa for Muslim, dan Halal Ennichi,
Motchitsuki, and Washoku party for Muslim in Sano city, yang insya Allah
akan saya tuliskan lebih detail pada kesempatan mendatang.
| Dokumentasi kegiatan Tour for Muslim oleh Halal Media Japan Photos courtesy: Koleksi pribadi & Halal Media Japan |
Melalui event-event ini saya bisa merasakan
sendiri betapa seriusnya pemerintah Jepang dalam merespon perkembangan
Islam di negaranya. Restoran-restoran bersertifikat halal semakin marak
bermunculan. Ramen yang dahulu mustahil untuk dinikmati oleh muslim di
Jepang, kini versi halalnya dengan mudah dapat ditemukan baik di
restoran maupun dalam bentuk kemasan instan. Dan tak hanya makanan khas
Jepang seperti Karage, Sushi, Udon, Soba, namun juga makanan Italia,
India, hingga Chinese food pun kini bisa dinikmati secara halal.
Fasilitas umum seperti Bandara dan Shopping Mall yang menyediakan area
khusus bagi muslim untuk beribadah pun semakin bertambah.
| Salah satu kedai yang menyediakan halal Ramen di Asakusa Photos courtesy: Halal Media Japan |
| Halal Udon di Bandara Narita Photos courtesy: Halal Media Japan |
| Prayer room di Narita airport, Osaka station, dan Takashimaya shopping mall Photos courtesy: Halal Media Japan |
Hal lain yang menarik adalah penyematan
kata “halal” untuk hampir setiap hal yang ditujukan untuk menarik warga
maupun wisatawan muslim. Sehingga kini selain halal Café yang
alhamdulillah semakin marak, kita bisa jumpai munculnya halal Hotel
bahkan halal karaoke! Saya sempat merasa lucu dan penasaran dengan
penggunaan istilah tersebut ^^. Ternyata maksud penyematan kata halal
tersebut adalah untuk menandakan bahwa fasilitas yang bersangkutan
mengakomodir kebutuhan muslim, mulai dari menyediakan makanan dan
minuman halal, tempat wudhu, hingga tempat sholat lengkap dengan
perlengkapan pendukungnya.
| Karaoke yang menyajikan menu halal dan tempat sholat Picture courtesy: karaokemanekineko.jp |
| Select Inn, salah satu “Halal Hotel” yang terletak di kota Sano Picture courtesy: travel.rakuten.com |
Saya merasa beruntung dan sangat bersyukur
melihat perkembangan Islam di Jepang saat ini yang amat pesat
dibandingkan pada 2012 lalu saat saya pertama kali menginjakkan kaki di
sini. Semoga di masa mendatang Allah SWT kan terus memberi kemudahan
agar cahaya Islam makin benderang di bumi matahari terbit ini, dan
Jepang pun akan semakin muslim friendly. Aamiin ^^
Referensi:
https://www.facebook.com/tokyocamii
http://www.halalfriendlyhotel.com/
http://www.halalmedia.jp/archives/470/halal-udon-narita-airport/
http://www.jnto.org.sg/for_muslim_visitors.html
http://www.karaokemanekineko.jp/campaign/karaoke-maneki-neko–yotsuya-3chome-shinjuku-.html
http://www.muslimdaily.net/artikel/santai/dalam-sehari-10-warga-negara-jepang-masuk-islam.html
http://travel.rakuten.com/hotel/info/145478/
