![]() |
| Ari Munanzar, ST |
Tapi tahukah Anda? Ketika manusia merasakan problema dalam hidupnya,
baik itu berupa cobaan, kegagalan maupun musibah, itu semua adalah
kesempatan yang Allah berikan untuk kita dalam mencapai derajat
tertinggi seorang hamba di dunia. Layaknya seseorang yang sedang
bersekolah, setiap tahunnya dia akan mengikuti ujian demi ujian untuk
kenaikan kelas, hingga akhirnya dia sampai pada jenjang tertinggi karna
telah lulus ujian, yaitu mendapat gelar sarjana.
Namun demikian, tidak semua orang berhasil menghadapi ujian dengan
sukses. Sebagian orang ada yang berkeluh kesah dan putus asa,
seakan-akan hidupnya sudah tidak bermakna, hanya derita yang di rasa,
bahkan ada lagi orang yang rela mengakhiri hidupnya, hanya karena
musibah yang seakan-akan seperti kiamat dunia. Na'udzibillah.
Mengapa demikian? Boleh jadi karena menipisnya keimanan di dalam dada,
atau karena minimnya pengetahuan agama yang terpatri dalam jiwa,
sehingga terjadilah hal-hal yang bertentangan dengan agama. Namun kalau
kita melihat para pendahulu kita, mereka adalah teladan nyata dari
manusia yang sukses dalam menghadapi musibah, karena mendalamnya
perenungan (hikmah) yang mereka ambil di balik sebuah musibah.
Lihatlah Sayyidina 'Umar Bin Khaththab, perenungan yang beliau lakukan
dari sebuah musibah, katanya, ''Demi Allah, tidak di timpakan satu
musibahpun bagiku, melainkan Allah menyertakan 4 nikmat untukku dari
musibah tersebut. Nikmat pertama adalah ketika musibah tersebut tidak
menimpa agamaku, yanhg kedua ketika musibah tersebut tidak lebih besar
dari yang sudah terjadi, yang ketiga ketika musibah tersebut tidak
menghalangiku untuk mendapatkan ridha-Nya, dan yang keempat aku
benar-benar mengharapkan pahala dari musibah tersebut."
Begitulah, sungguh indah seandainya kita mampu bersikap seperti mereka.
Maka tidak berlebihan kalau musibah dikatakan sebagai anugerah, karena
memang ada pahala besar yang menanti kita bersamaan datangnya musibah.
Hanya saja, semuanya kembali pada pribadi kita masing-masing. Semoga
Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita, semoga apapun yang
kita lakukan, bisa berarti di dunia dan bermakna di akhirat. Amin,.
Sumber : Umdah.co
